Menu

Mode Gelap
Polisi Turun Langsung Kawal Penyuntikan Vitamin Hewan Ternak Sapi di Pamekasan Tingkatkan Kemampuan Bhabinkamtibmas, Kapolres Pamekasan Peragakan Beladiri Tongkat dan Borgol Demi Penguatan Islam Indonesia Damai, Pemkab Pamekasan Fasilitasi Pembinaan Bagi Khotib Jum’at Man’s Volleyball Indonesia Raih Medali Emas di Sea Games 2021 DKPP Pastikan Pasar Sapi di Pamekasan Aman dari Penyebaran Wabah PMK

News · 26 Mei 2022 06:59 WIB ·

Polisi Turun Langsung Kawal Penyuntikan Vitamin Hewan Ternak Sapi di Pamekasan


 Ket Foto; personel kepolisian tengah melakukan peninjauan mengenai pelaksanaan suntik vitamin terhadap sapi di Pademawu Timur. Perbesar

Ket Foto; personel kepolisian tengah melakukan peninjauan mengenai pelaksanaan suntik vitamin terhadap sapi di Pademawu Timur.

PAMEKASAN, Kapolsek Pademawu Iptu D. Riawanto bergerak cepat dalam menangani kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang terjadi di Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (25/5/2022)

Dalam pengawalan tersebut Kapolsek Pademawu Iptu D. Riawanto tampak didampingi Banit Intelkam Polsek Pademawu dan Koordinator Paramedik setempat.

Pengawal itu tidak hanya melakukan pengecekan, namun diiringi dengan kegiatan sosialisasi pentingnya mengantisipasi penularan virus PMK pada hewan ternak yang memiliki kuku belah atau genap.

Penyuntikan Vitamin dilakukan oleh Tim Kesehatan Hewan Kantor Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan terhadap 20 ekor sapi milik M. Sidi dan Mistaj warga Dusun Mangunan Desa Pademawu Timur.

Kapolsek Pademawu Iptu D. Riawanto menyaksikan tahap demi tahap mengenai pengobatan hewan ternak yang diberi vitamin atau obat antibiotik melalui suntikan.

“Hari ini kami melakukan peninjauan langsung untuk pengobatan hewan ternak dan penyemprotan asam citrat atau asam garam (Bio Security) di area kandang sapi dalam rangka mencegah virus PMK pada hewan ternak,” kata Kapolsek Pademawu.

Terpisah, Kapolres Pamekasan AKBP Rogib Triyanto melalui Kasi Humas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah Ps menjelaskan, bahwa penyakit hewan kuku belah tidak menular ke manusia, melainkan menular ke sesama hewan saja.

“Para pemilik maupun peternak untuk mengisolasi serta mengkarantina seluruh hewan ternak yang terjangkit maupun masih sehat guna memberikan proteksi, sehingga penularan pada wabah ini bisa dikendalikan,” imbau AKP Nining.

Menurutnya, karantina bisa dilakukan mulai dari desa yang memiliki kandang hewan ternak yang jaraknya berdekatan.

“Karena penularan virus PMK ini bisa terjadi lewat udara atau Airbone yang mirip dengan Covid-19, sehingga langkah antisipatifnya bisa lebih mudah tidak meluas nantinya,” paparnya.

Sebagai informasi, tanda klinis penyakit PMK pada hewan ternak meliputi, demam tinggi (39-41 derajat celcius), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, Luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus. (*).

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Oknum PNS dan Wartawan Diringkus Polisi

23 Juli 2022 - 06:17 WIB

Antisipasi Penyebaran PMK, Polres Pamekasan Cegat Kendaraan Pengangkut Hewan

11 Juli 2022 - 07:34 WIB

Geledah Kamar Hunian, Lapas Kelas IIA Pamekasan Berhasil Amankan Benda Terlarang

29 Juni 2022 - 13:57 WIB

Wabup Fattah Jasin Beri Semangat Atlet Asal Pamekasan di Porprov VII Jatim

27 Juni 2022 - 04:13 WIB

PMI Pamekasan Periode 2022-2027 Resmi Dikukuhkan

20 Juni 2022 - 14:07 WIB

PSBB dan JCP Gelar Khitan Massal Gratis, Kades Jalmak: Semoga Terus Berlanjut

19 Juni 2022 - 09:52 WIB

Trending di Berita